TVRI

SEJARAH TVRI ACEH

TVRI Stasiun Banda Aceh merupakan salah satu dari 12 Stasiun Penyiaran TVRI di Indonesia, yang peresmiannya telah dilakukan oleh Bapak Menteri Penerangan H. Harmoko tanggal 18 Februari 1993. Kehadiran TVRI Stasiun Banda Aceh dalam dunia penyiaran TVRI memiliki arti yang strategis, mengingat daerah cakupan siarannya berada di kawasan provinsi paling ujung dari Nusantara, berbatasan langsung dengan zona-zona bebas di lingkungan negara Australia bagian Selatan, India di bagian Barat dan asia Tenggara di bagian Utara. Dilihat dari sasaran taktis dan politisnya, kehadiran TVRI Stasiun Aceh merupakan langkah maju untuk pembinaan wawasan nusantara dan ketahanan Nasional.

Dalam rangka persiapan pembangunan gedung studio TVRI Stasiun Banda Aceh, Pemerintah Daerah Aceh melalui Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah tanggal 3 September 1990, telah menetapkan bantuan penyediaan tanah seluas 4,7 hektar di wilayah Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Pemilihan lokasi pembangunan Gedung Perkantoran dan Studio Penyiaran TVRI Stasiun Banda Aceh tersebut, di samping berada satu lokasi dengan komplek pemancar dan Kantor TVRI ex SPK (Stasiun Produksi Keliling) Banda Aceh, secara strategis telah merangsang pengembangan wilayah pemukiman penduduk dan rencana pemekaran kotamadya Banda Aceh. Pada tanah seluas 4,7 Hektar tersebut selain dibangun Gedung Studio juga dibangun Gedung Perkantoran Administrasi atau Gedung Penunjang Operasi (GPO). Secara bertahap dilengkapi pula dengan Gedung Serbaguna, Studio Rekaman Suara dan untuk fasilitas kegiatan olahraga.

Pembangunan Stasiun Penyiaran TVRI Stasiun Banda Aceh merupakan bagian dari Program Departemen Penerangan RI dalam membangun tiga Stasiun Penyiaran dalam Repelita V yang merupakan bagian dari proyek “The Enhancement of Radio and Television Network” Departemen Penerangan RI fase II yaitu Ambon dan TVRI Stasiun Banda Aceh. Rancang bangun TVRI Stasiun Banda Aceh direncanakan oleh pihak PT Perencana Jaya Jakarta bekerja sama dengan PT Yodyakarya Jakarta sebagai Konsultan Manajemen Proyek dan Konsultan Manajemen Konstruksi. Kegiatan pembangunan fisik dimulai sejak Oktober 1991 oleh PT Flamboyan Huma Arta Banda Aceh selaku Pelaksana Proyek dan dilanjutkan dengan instalasi peralatan pada bulan Nopember 1992 selama 6 minggu oleh pemasok peralatan dari TOSHIBA Jepang dengan didampingi oleh para teknisi TVRI Stasiun Banda Aceh. Dengan selesainya instalasi peralatan teknik studio sekarang ini, TVRI Stasiun Banda Aceh merupakan salah satu stasiun produksi penyiaran yang menyelenggarakan siaran dengan peralatan-peralatan teknik yang standar, seiring dengan kemajuan teknologi dibidang pertelevisian masa kini.

Lokasi Studio TVRI Stasiun Banda Aceh berada ditengah-tengah bangunan stasiun penyiaran. Sebagai pusat kegiatan produksi siaran televisi, studio ini dikelilingi dengan fasilitas ruangan teknik produksi lainnya, seperti Pusat Produksi Kontrol, Master Kontrol, Kamera Kontrol Unit (CCU), Ruangan Rekaman Video (VTR), Ruangan Editing Gambar dan Ruangan Editing Suara, Ruangan Pemeliharaan Peralatan (Maintenance) dan Ruang Penyiar untuk buka dan tutup siaran serta fasilitas teknik produksi lainnya.