Post

Modus Baru Pengiriman Narkoba, Membagi dalam Paket Kecil

Blog Single

Bea Cukai dan BNN menemukan pengiriman narkoba ke Indonesia dengan modus baru, yaitu membagi narkoba dalam beberapa bagian kecil secara serempak, melalui kantor Pos.

“Terkait penyelendupun ekstasi yang menggunakan modus baru, sebelumnya mereka (bandar narkoba) biasanya mereka mengirim dalam partai yang besar yang sudah ditangkap oleh BNN dan Polri. Kali ini mereka memasukannya dari Belgia, secara serempak dan melalui kantor Pos, mereka bagi menjadi empat kiriman dengan jumlah masing-masing relatif kecil,” ungkap Dirjen Bea dan Cukai , Heru Pambudi. (28/05/18).

Adapun jumlah paket ekstasi yang dikirim ke Indonesia dalam empat bagian tersebut, rata-rata berisi sekitar 3.000 ribu pil ekstasi, pengiriman ini dikendalikan oleh orang yang sama.

“Paket yang pertama itu berisi 3.080 butir tablet, paket yang kedua 3.163 butir tablet, paket ketiga 2.993 tablet, dan paket keempat 3.268 butir tablet. Ini dikendalikan oleh orang yang sama,” lanjut Heru.

Pihak Bea Cukai dan BNN mendeteksi pengiriman paket narkoba jenis ekstasi yang masuk ke kantor Pos besar yang berada di Bandara Soekarno Hatta, kemudian langsung melakukan controlled delivery di empat lokasi kantor Pos yang berada di Bogor, Cikarang, Sukajadi, dan Leuwi Panjang.

“Bea cukai dan BNN mendeteksi ini dan kemudian melakukan controlled delivery. Paket kiriman ini berasal dari Belgia, masuk via kantor Pos Soekarno Hatta. Kita bersama-sama dengan BNN melakukan controlled delivery, yang kita intai ada empat lokasi kantor pos di Bogor, Cikarang, Sukajadi, dan Leuwi Panjang,” jelas Heru.

Pihak Bea Cukai dan BNN berhasil mengamankan MJP, YH, RY, dan S. Pengiriman yang dituju di kantor Pos Cikarang, kemudian pihak Bea Cukai dan BNN mengembangkan kasus ini yang  bermuara pada JN dan WL yang merupakan satu sindikat, dan keduanya merupakan narapidana lapas Salemba.

“Untuk Cikarang kita berhasil menangkap MJP yang mengambil paketnya, dari MJP ini kita lakukan pengembangan dalam bentuk controlled delivery kita tangkap YH, RY, dan S. Kemudian kita kembangkan lagi, ini ternyata mereka satu sindikat dengan JN dan WL yang keduanya ada di Lapas Salemba,”

Pengembangan berlanjut ke Sukajadi, Bandung dan berhasil mengamankan TL yang selanjutnya dilakukan controlled delivery, dengan menangkap LP dan RWS yang merupakan pasangan suami isteri. Pengakuan dari para tersangka mereka mendapat suruhan dari  orang yang sama T alias JN untuk mengambil paket ekstasi.

“Kemudian yang di Sukajadi Bandung, kita lakukan pengintaian dan kita tangkap TL yang mengambil paketnya, dari TL kita lakukan controlled delivery kita berhasil menangkap LP dan RWS yang merupakan pasangan suami isteri. Dari keterngan LP dan RWS. Yang ternyata dari keterangan LP dan RWS barang ini akan diambil oleh YH yang merupakan orang yang sama yang mengambil paket dari Cikarang yang disuruh oleh T alias JN,” jelasnya.

Sedangkan untuk paket yang berada di Bogor dan Leuwi Panjang , tidak ada yang mengambil paket narkoba tersebut.

“Sedangkan untuk paket yang di Bogor dan Leuwi Panjang tidak muncul yang mengambil paketnya,” tutup Heru. (crpt)