Post

Gatra Kencana: Akankah Kenangan Manis 2016 Terulang?

Blog Single

Kenangan Gatra Kencana tahun 2016, masih berbekas di kalangan insan penyiaran LPP TVRI Bali. Bagaimana tidak, banyak cerita yang manis dan ‘mengejutkan’ mengiringi perjalanan TVRI Bali menjadi yang terbaik atau ‘Juara Umum’.

Berbicara kenangan itu, Bli Mimin sendiri, merasakan atmosfer yang terasa, detik-detik dalam malam penganugerahan saat itu, terasa kecut di awal, eh ujungnya terasa manis dan membanggakan.

Saat itu, Bli Mimin, mengawali berangkat terlebih dahulu, untuk menginjakkan kaki di kantor LPP TVRI, Senayan, Jakarta. Kesempatan itu, Bli Mimin gunakan untuk mengintip persiapan acara malam Anugerah Gatra Kencana 2016. Dengan wajah yang tidak familiar, Bli Mimin cukup bebas masuk, ke studio, harapannya sih, dengan persiapan yang dilakukan pengisi acara, bisa terlihat, siapa-siapa yang menjadi juara.

Waktu itu, siapa yang menjadi juara, bisa terlihat dari musik dan tarian yang ditampilkan di daerah masing-masing. Hampir sejam mengamati, tak satupun musik atau tarian Bali, yang ditampilkan. Rata-rata dari Pulau Jawa atau Sulawesi.

“Beh, sing ade ne (Wah, tidak ada nih)”, gumam Bli Mimin. Di tengah ke’putus-asaan’ tersebut, Bli Mimin mencoba menginformasikan ini ke teman-teman di Bali yang berangkat ke Jakarta. Teringat juga, sebelum berangkat, teman-teman ini sudah belajar yel-yel, karena menurut panitia, setiap stasiun TVRI daerah, wajib menampilkan yel-yel.

Keluar studio, Bli Mimin, ke Taman Buaya. Kebetulan disana, ada yang lagi jual kopi. Dapat info, dari editor nominasi, dia bilang, “Bali? Ga ada tuh”. Dan lagi-lagi…

Piala Dunia 2002, tentu masih kita ingat siapa juaranya. Ya, Brazil. Tanda-tanda, Brazil untuk menjadi penta campeone (Juara 5 kali), sudah terasa ketika Ronaldinho saat itu, dengan tendangan lobnya, berhasil mempencundagi David Seaman, kiper senior Inggris. Terlebih saat itu, Brazil punya banyak pemain R, Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho, Roberto Carlos. Konon, orang-orang Brazil, untuk menjadikan anak-anaknya sukses harus diawali dengan huruf ‘R’ ini.

Tapi, pada malam anugerah Gatra Kencana 2016 saat itu, tanda-tanda menjadi Yang Terbaik, belum terlihat sama sekali. Selama acara dimulai dan ditengah jalan, ibaratnya, Bali ini di’cuekin’ betul. Yang lain sudah pada dipanggil, oleh pembawa acara untuk menampilkan yel-yelnya, TVRI Bali, belum juga dipanggil. Jangankan dipanggil, disinggung pun tidak. Tapi setidaknya, pada saat pembacaan nominasi kategori PSA, YES, Bali berada posisi pertama. Lega.

Acara pun berlanjut. Nuasa ‘dicuekin’ masih terasa. Kategori-kategori dibacakan dan diumumkan pemenangnya. Syukur, Bali selalu memperoleh ranking yang baik, sampai pada akhirnya, ketika kategori Negeri Indonesia, diumumkan pemenangnnya adalah karya insan penyiaran TVRI Bali, barulah kami LEGA dan LEGA. Secara hitung-hitungan, 2 emas yang diperoleh, sudah menjadi modal, TVRI Bali menjadi juara umum dalam Anugerah Gatra Kencana 2016.

Dan terjadilah…TVRI Bali memang menjadi yang terbaik dalam Gatra Kencana 2016. Ah, betapa senangnya, manis dan membanggakan masa-masa itu. Nuansa ‘dicuekin’, bisa jadi hanya settingan panitia  Posisi menentukan prestasi. Ya, tempat kami pun sedari awal telah di-setting, untuk memudahkan kami untuk naik ke atas panggung. Hal yang tidak kami sadari.

Tak hanya menjadi Juara Umum, Gatra Kencana 2016, juga dilanjutkan prestasi-prestasi individu. Arif Budiman, menjadi kamerawan terbaik dan Wigena, juga menjadi penyunting gambar terbaik, melanjutkan Surya, di tahun 2015.

Lalu bagaimana peluang Bali, dalam Gatra Kencana 2017?

Orang bijak mengatakan, “Lebih sulit mempertahankan daripada merebut prestasi”. Ada benarnya, jika memang kami ini terbuai dengan kesuksesan. Bagi TVRI Bali? Bisa jadi, kondisinya berbeda. Menghadapi Gatra Kencana 2017, TVRI Bali memiliki passion atau hasrat, yang bisa dikatakan lebih tinggi.

Apa contohnya?
Bukan jumawa, Negeri Indonesia misalnya. Setelah berulang kali menjadi yang terbaik, Bli Mimin sadari, kualitas tayangannya, bukan lagi untuk berkompetisi di Gatra Kencana, namun juga mulai diikutsertakan dalam kompetisi-kompetisi internasional. Artinya, motivasinya lebih tinggi. Dengan demikian, standar yang ditetapkan pun semakin tinggi. Sementara untuk Kuliner, sentuhan-sentuhan budaya Bali dan kemasan yang apik dalam proses editing, membuat tayangan ini sangat sedap untuk ditonton. Sementara untuk Indonesia Membangun yang selama ini, hanya menjadi bunga-bunga nominasi, datang juga dengan tujuan yang tinggi. Bahkan, kerja kerasnya pun melibatkan banyak pihak dan memunculkan sosok-sosok baru yang memberikan ide-ide cemerlang dalam penggarapannya.

Saat ini, memang tengah dilakukan penjurian internal, bagi karya-karya yang masuk dalam nominasi. Dalam hitung-hitungan yang di buat, oleh Bapak Kasi Program, Didik Weryanto, Bali, memiliki 12 nominasi, dimana poin yang sama juga diperoleh oleh LPP TVRI Sulawesi Tenggara. Masih dibawah LPP TVRI Yogyakarta, yang berjumlah 18 nominasi. Lalu bagaimana peluang LPP TVRI Bali dalam Gatra Kencana 2017? Maka, untuk menjawab ini, Kepala TVRI Stasiun Bali, Sifak, memberikan pandangannya. Berikut hasil chat Bli Mimin dengan Bapak Sifak.

“Dari sisi banyaknya nominasi..Kita sudah kalah dg Jogja.. Bahkan kita disusul sama Kendari.. Namun dalam peluang juara..Tentu masih terbuka luas.. Titiang masih memiliki harapan dan keyakinan yang besar.. Alasannya adalah.. Sering Titiang sebut TVRI Bali adalah Center of excellence.. Ini menunjuk bagaimana skill.. Bakat.. Etos Kerjaa.. Kekompakan tim.. Unsur Ngayah.. Bali lebih unggul.. Ini tercermin dari sinematografi kita lebih unggul.. Angle..Pengambilan gambar…kontinuitas..editing dari sisi kualitas lebih unggul.. pengemasan.. naskah kita lebih unggul.. Yang bisa menjadi pelemah adalah. Tanda kutip kita terbuai dengan alam Bali yang indah.. Budaya yang tinggi.. Ini bisa menjadi pelemah sehingga ekplorasi kreatifitas.. Kedalaman dan kekayaan titip pandang jadi sedikit kurang.. Beberapa hal kita kurang mendalami TOR Gatra.. Contoh misalnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.. Contoh.. Cross Cultural kita judulnya menggunakan bahasa asing.. Sekali lagi Titiang masih memiliki harapan besar”.

“Ke depan kita harus menambah unsur kesempurnaan dalam setiap produk PAT PPT untuk Gatra sehingga kita juga unggul dalam nominasi.. Dan kita juga memberikan program yang selalu unggul kepada Pemirsa”..
“Banyaknya nominasi juga menambah probabilitas dalam mendapatkan juara.. Suksema”, tutup Sifak.

Untuk mengakhiri tulisan ini, Bli Mimin juga yakin, “proses tidak akan pernah membohongi hasil”. Toh, karya yang dihasilkan selama ini, bermuara bagaimana merebut hati pemirsa, dalam menyaksikan tayangan-tayangan TVRI yang berkualitas dan mencerdaskan. Semoga kita menjadi pemenang di hati pemirsa.

Bli Mimin
Admin Sosmed TVRI Bali sesuai dengan SK Kepsta